Labuan Bajo merupakan satu dari lima Destinasi Super Prioritas (DSP). Salah satu program pengembangan DSP adlah pengembangan infrastruktur seperti bandara. Pengembangan infrastruktur dapat berdampak pada perubahan penggunaan lahan disekitarnya. Penelitian ini memanfaatkan Citra Google Earth untuk analisis spasial temporal perubahan tutupan lahan di sekitar Bandar Udara Komodo berdasarkan 3 tahun data yaitu Citra Google Earth tahun 2013, 2018 dan 2023. Klasifikasi tutupan lahan diperoleh berdasarkan interpretasi visual untuk membagi kelas tutupan lahan menjadi 4 kelas yaitu lahan terbangun, non lahan terbangun, terminal bandara dan runway. Dalam kurun waktu 10 tahun (2013-2023) lahan terbangun yang dibatasi pada Area of Interest (AoI) meningkat sebesar 103,67 Ha sementara kelas non lahan terbangun berkurang seluas 111,01 Ha. Sementara itu perkembangan pembangunan Bandar Udara Komodo juga terlihat pada Citra Google Earth seperti terminal bandara yang semakin besar dan runway yang semakin panjang. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat dijadikan alternatif metode bagi pemangku kepentingan di Kabupaten Manggarai Barat dalam memonitoring perubahan penggunaan lahan agar tetap sejalan dengan alokasi atau peruntukan ruangnya.
Copyrights © 2024