Penelitian ini bertujuan untuk menentuan kelayakan penerima Program Indonesia Pintar (PIP) pada siswa SMPN 9 Blitar dengan menerapkan algoritma K-means clustering. PIP merupakan program bantuan pendidikan yang ditujukan kepada siswa dari keluarga kurang mampu di Indonesia. Namun, proses seleksi penerima masih memerlukan perbaikan agar lebih efisien dan akurat. Pada penelitian ini data di dapat dari hasil sosioekonomi siswa sebagai variabel masukan dikumpulkan dengan jumlah sempel data sebanyak 286. Metode K-Means clustering digunakan untuk membagi siswa ke dalam kelompok-kelompok berdasarkan karakteristik serupa meliputi, tingkat pendapatan keluarga, akses fasilitas keluarga tidak mampu , status pekerjaan orang tua atau wali murid, dan kondisi rumah tangga. Dengan pengelompokan karakteristik tersebut sehingga dapat menentukan kelayakan penerima PIP dengan akurat. l dari penelitian ini adalah implementasi metode K-Means clustering dapat meningkatkan ketepatan dalam penentuan kelayakan penerima PIP dengan efesien yaitu siswa yang layak sejumlah 201 siswa dan yang tidak layak sejumlah 85 siswa.
Copyrights © 2024