Dunia kesehatan mulai sadar bahaya yang tersembunyi dibelakang pemakaian obat – obatan sintetik secara berlebihan, maka perhatian masyarakat kini berbalik terhadap pengobatan turun temurun. Salah satunya adalah pemanfaatan herbal tradisional loloh cemcem. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah budaya mengonsumsi loloh cemcem masih diterapkan hingga sekarang oleh masyarakat Desa Penglipuran. Pada penelitian ini menggunakan metode metode purpose sampling dan pendekatan sosiologi kesehatan dengan teknik wawancara mendalam dan kuisioner kepada masyarakat yang masih mengonsumsi loloh cemcem. Penelitian ini menggunakan teori fenomenologi sebagai akibat dari perilaku, kepercayaan serta persepsi masyarakat kepada budaya minum loloh. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu budaya mengonsumsi loloh masih diterapkan hingga saat ini oleh masyarakat Desa Penglipuran sebab terdapat informasi melalui media cetak/media elektronik, keyakinan masyarakat kepada minuman tradisional, berkhasiat melancarkan buang air besar, meredakan panas dalam dan menambah cairan tubuh serta minimnya efek samping.
Copyrights © 2024