Pentingnya peranan jembatan bagi kelancaran pergerakan lalu lintas, maka perlu dilakukan perawatan atau pemeliharaan . Jembatan yang teridentifikasi mengalami kerusakan karena berada di daerah yang terendam udara sehingga mengalami korosi. Untuk itu perlu dilakukan perencanaan inspeksi dan strategi pemeliharaan yang diukur sesuai dengan potensi risiko kerusakan tersebut. Dengan kondisi ini, maka dilakukan kegiatan asesmen/penilaian terhadap kondisi struktur beberapa jembatan yang tersebar di area ini. Metode yang digunakan untuk melakukan analisis kuantitatif yaitu metode Risk Based Maintenance , yaitu perencanaan inspeksi dan strategi pemeliharaan atau perawatan terhadap suatu fasilitas dengan berbasiskan pada suatu risiko yang terjadi. Hasil dari penelitian ini, diketahui bahwaSteel Pile penyangga jembatan yang paling kritis yaitu PL 9 B. Didapatkan pembahasan model kuantitatif yang paling signifikan yaitu T = -2Rr + 14, di mana fungsi T adalah adalah inspeksi interval dan fungsi Rr adalah rangking risiko. Koefisien determinan (R2) yang diperoleh hasil sebesar 1 yang berarti pengaruh nilai rangking risiko sangat berpengaruh terhadap nilai interval inspeksi. Berdasarkan perhitungan hasil komponen struktur untuk melakukan strategi pemeliharaan dengan menggunakan metode RBM, maka PL 9 B perlu dilakukan inspeksi setiap 4 tahun sekali.
Copyrights © 2024