Pertanian hidroponik menjadi metode budidaya tanaman yang semakin populer dan efisien dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan dan keberlanjutan lingkungan. Dalam pertanian hidroponik, pupuk merupakan sumber nutrisi utama bagi tanaman, dan pemilihan jenis pupuk dapat mempengaruhi pertumbuhan dan hasil panen tanaman. Dua jenis pupuk yang umum digunakan adalah pupuk organik dan anorganik. Penggunaan pupuk anorganik, seperti pupuk kimia yang mengandung unsur hara yang diperoleh secara sintetis, cenderung memberikan pertumbuhan yang lebih cepat dan hasil panen yang lebih tinggi dalam pertanian hidroponik. Pupuk anorganik juga mudah diatur dosisnya dan dapat memberikan nutrisi yang tepat sesuai kebutuhan tanaman. Namun, penggunaan pupuk anorganik juga dapat menyebabkan akumulasi garam dan perubahan pH dalam larutan nutrisi, yang dapat berdampak negatif pada tanaman hidroponik. Sementara itu, penggunaan pupuk organik, seperti pupuk yang berasal dari bahan organik alami seperti kompos, pupuk kandang, atau pupuk hijau, dapat memberikan manfaat dalam hal kualitas tanaman dan produk. Pupuk organik dapat meningkatkan ketersediaan nutrisi secara bertahap, meningkatkan aktivitas mikroba dalam sistem hidroponik, dan meningkatkan kesuburan tanah. Pupuk organik juga dianggap sebagai pilihan yang ramah lingkungan, karena dapat mengurangi penggunaan bahan kimia sintetis dan mengurangi risiko pencemaran lingkungan.
Copyrights © 2024