ABSTRACT Breast cancer in Indonesia is the cancer with the most cases as well as the second leading cause of cancer death in women. Breast cancer continues to increase and patients at reproductive age have a higher potential for malignancy. This study is a descriptive correlational study conducted on women of childbearing age wih accidental sampling technique. Data collection was carried out using primary data using Indonesian version of the breast cancer awareness scale (BCAS-I) questionnaire. Data analysis used was univariate and bivariate data analysis. The purpose of this study was to determine correlation between awareness and breast cancer screening practices. The results showed that women of childbearing age had a moderate level of breast cancer awareness (53.2%) and good breast cancer screening practices (58.6%). The findings showed a moderate and significant positive correlation between breast cancer awareness and breast cancer screening practices (p-value 0.001). The researcher suggested that health workers can also utilize social media and display health promotion tools related to breast cancer at health puskesmas to increase women of childbearing age. To improve breast cancer screening practices, a routine program that invites women of childbearing age in clinical breast examination can be held. Keywords: Breast Cancer, Awareness, Women of Childbearing Age ABSTRAK Kanker payudara di Indonesia merupakan kanker dengan kasus terbanyak sekaligus penyebab kematian kedua kanker terbanyak pada perempuan. Kanker payudara terus mengalami peningkatan dan penderita pada usia reproduktif memiliki potensi keganasan yang lebih tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kesadaran kanker payudara dengan praktik skrining kanker payudara. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional yang dilakukan pada 111 wanita usia subur (WUS) dengan teknik sampling accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan data primer menggunakan kuesioner Indonesian version of the breast cancer awareness scale (BCAS-I). Analisa data yang digunakan menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa WUS memiliki tingkat kesadaran kanker payudara yang moderat (53.2%) dan praktik skrining kanker payudara yang baik (58.6%). Temuan ini menunjukkan hubungan positif cukup signifikan antara kesadaran kanker payudara dan praktik skrining kanker payudara (p-value 0,001). Peneliti menyarankan tenaga kesehatan dapat memanfaatkan media sosial maupun memajang alat promosi kesehatan terkait kanker payudara untuk meningkarkan kesadaran. Untuk meningkatkan praktik skrining kanker payudara dapat dilakukan dengan membuat sebuah program rutin yang mengundang WUS dalam pemeriksaan payudara klinis (SADANIS). Kata Kunci: Kanker Payudara, Kesadaran, Skrining Kanker Payudara, Wanita Usia Subur
Copyrights © 2024