Banjir merupakan masalah yang sering terjadi di Jakarta saat curah hujan tinggi. Banjir merugikan warga sekitar baik kerugian secara materil, kesehatan, maupun kerugian lainnya. Salah satu upaya yang dilakukan dalam pencegahan banjir adalah menggunakan waduk yang berfungsi sebagai kolam detensi untuk menampung air sementara agar tidak terjadi banjir di suatu daerah sebelum air dipindahkan ke tempat lain. Oleh karena itu, dibutuhkan saluran drainase dengan kapasitas yang memandai untuk mengalirkan air ke waduk tanpa terjadi luapan. Studi ini berfokus pada analisis hidrologi dan analisis hidraulika pada drainase di daerah Teluk Gong, Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Ada 93 saluran mikro dan 4 saluran makro yang mengalirkan air menuju Waduk Teluk Gong. Perhitungan debit banjir rencana menggunakan metode Soil Conservation Service dengan periode ulang 2, 5, dan 10 tahun. Hasil analisis menunjukan bahwa saluran PHB A Raya Teluk Gong membutuhkan pelebaran atau pembangunan tanggul di sekitar saluran untuk menahan debit banjir rencana periode ulang 5 dan 10 tahun.
Copyrights © 2024