Penelitian ini dilatarbelakangi adanya kebiasaan dan kekeliruan individu dalam berbahasa karena memiliki kemampuan dua bahasa (dwibahasa), contohnya bahasa ibu (b1) dengan bahasa Indonesia (b2). Masuknya unsur (b1) ke dalam (b2) ataupun sebaliknya, sehingga timbulah interferensi. Oleh sebab itu, perlu dilakukan penelitian analisis kontrastif yang bertujuan untuk memberi wawasan persamaan dan perbedaan antar bahasa, menjelaskan permasalahan dalam belajar bahasa kedua, mengatasi kesulitan belajar, memperbaiki kesalahan, serta membantu pendidik mengembangkan bahan pengajaran b2. Metodenya yaitu wawancara, observasi, serta riset kepustakaan. Data yang dikumpulkan selanjutnya dianalisis, seperti (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) penarikan kesimpulan. Hasil penelitiannya yaitu, (1) imbuhan dalam bahasa Makassar lebih banyak di bagian sufiksasi; (2) imbuhan dalam bahasa Indonesia terdapat prefiksasi, infiksasi, sufiksasi, dan konfiksasi; (3) proses pengimbuhan bahasa Indonesia bersifat tunggal; (4) proses pengimbuhan bahasa Makassar bersifat ganda yakni imbuhan Makassar dengan kata dasar Makassar dan imbuhan Makassar dengan kata dasar Indonesia (logat Makassar).
Copyrights © 2024