Dalam menentukan bonus karyawan, terkadang terjadi ketidakcocokan antara bonus yang diberikan dengan kompetensi yang dimiliki oleh karyawan. Dampak dari ketidakcocokan ini adalah banyak karyawan yang merasa dirugikan dan bahkan ada yang memutuskan untuk mengundurkan diri karena merasa tidak adil. Perusahaan menerapkan sistem bonus ini sebagai strategi untuk memotivasi karyawan, meningkatkan kinerja mereka, dan mendorong pencapaian prestasi kerja yang lebih baik. Oleh karena itu, penulis mencoba untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan mengembangkan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) menggunakan metode TOPSIS. Metode ini digunakan untuk menentukan pemberian bonus kepada karyawan berbasis website. Tujuannya adalah untuk memudahkan PT. Premier Alkes Nusindo dalam mengambil keputusan terkait bonus karyawan. Hasil dari pengujian blackbox yang telah dilakukan sebanyak 11 pengujian menunjukkan bahwa aplikasi atau sistem ini berjalan sesuai dengan sistem yang telah diharapkan tanpa adanya masalah. Pengujian blackbox membuktikan bahwa aplikasi ini berfungsi sesuai dengan harapan dan dapat menghasilkan hasil sistem yang diinginkan, sehingga dapat meningkatkan kualitas dan keandalan sistem secara keseluruhan.
Copyrights © 2023