Masalah pengelolaan sampah rumah tangga di Dusun Jetis, Desa Ngadirejo, Kecamatan Salaman, memerlukan penanganan yang tepat. Pembakaran sampah terbuka menyebabkan polusi udara dan dampak buruk lainnya. Dalam upaya mengatasi permasalahan ini, mahasiswa KKN Universitas Tidar telah menginisiasi pemanfaatan tong bekas sebagai tempat pembakaran sampah minim asap. Program ini melibatkan observasi dan sosialisasi terkait teknologi inovatif dalam pengelolaan sampah. Melalui kegiatan ini, masyarakat diperkenalkan pada penggunaan tong sampah yang mengurangi polusi asap dan menghasilkan briket sebagai bahan bakar alternatif dari residu pembakaran. Hasil program menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah dan potensi pengurangan dampak lingkungan negatif. Inovasi ini membuka peluang bagi Dusun Jetis menjadi contoh pengelolaan sampah yang mandiri dan berkelanjutan, serta dapat diaplikasikan di desa-desa lainnya
Copyrights © 2024