Remaja adalah individu berusia 10 hingga 19 tahun yang berada dalam fase kehidupan antara masa kanak-kanak dan dewasa atau dikenal dengan usia peralihan. Pencarian identitas diri dengan tidak tepat menjadi salah satu pendorong terjadinya kenakalan remaja. Peran orang tua dan tenaga pendidik untuk memberikan pemahaman menjadi perhatian khusus. Pentingnya pemberian pemahaman di sekolah menjadi dasar untuk penulis melakukan kegiatan penyuluhan tentang bahaya kenakalan remaja. Metode pelaksanaan dilakukan dengan menyediakan media berupa permainan fortune mystery board FmB. Penyuluhan ini bertujuan untuk mengurangi frekuensi kenakalan remaja dengan meningkatkan pemahaman akan bahaya kenakalan remaja. Kegiatan ini dilakukan dengan partisipan sebanyak 110 peserta didik SMP di Surabaya. Berdasarkan hasil evaluasi yang telah dilakukan menunjukkan bahwa penyuluhan melalui media permainan lebih efektif dalam menyampaikan informasi dan informasi yang diberikan mudah dipahami oleh peserta didik SMP.
Copyrights © 2024