Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) merupakan pendekatan untuk mengubah perilaku higieni dan sanitasi melalui pemerdayaan masyarakat dengan metode pemicuan. Pada Desa Tambak Sari Panji Kecamatan Haur Gading sudah menerapkan STBM pilar pertama dan pilar kedua namun dalam penerapannya masih terdapat permasalahan seperti masih banyak masyarakat yang menggunakan jamban terapung terutama di RT 1 yang paling banyak menggunakan jamban terapung, kurangnya pengetahuan masyarakat dengan tempat buang air besar yang layak dan sehat, tempat cuci tangan yang kurang memadai atau cepat rusak, membuat masyarakat sulit untuk bisa mencuci tangan dengan baik dan benar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektif atau tidaknya program STBM pada Desa Tambak Sari Panji serta faktor yang mempengaruhi program tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Sumber data yang diambil melalui penarikan Purposive Sampling berjumlah 13 orang, teknik analisis data adalah proses mencatat, mengumpulkan, memilah-milah, mengklarifikasi, menyitesiskan, membuat ikhtisar, dan membuat indeks dan berfikir. Uji Kredibilitas data yaitu perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan, trianggulasi, analisis kasus negatif dan membercheck. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa Efektivitas Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Pilar Pertama dan Kedua di Desa Tambak Sari Panji Kabupaten Hulu Sungai Utara belum efektif dilihat dari indikator yang belum efektif yaitu Tingkat Pencapaian, Sarana dan Prasarana, Kemampuan, Pelaksanaan Program, Evaluasi Pengawasan dan Komitmen. Dan Indikator yang efektif yaitu Perencanaan Program, Tujuan Program dan Ketetapan sasaran. Faktor yang mempengaruhi Efektivitas Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Pilar Pertama dan Kedua di Desa Tambak Sari Panji Kecamatan Haur Gading Kabupaten Hulu Sungai Utara yaitu, Rendahnya pemamhaman masyarakat, faktor kebiasaan masyarakat yang sulit di ubah, rendahnya sanksi pemerintah terkait larangan jamban terapung, kurangnya sumber dana, adanya musyawarah desa. Untuk meningkatkan Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Pilar Pertama dan Kedua di Desa Tambak Sari diharapkan kepada Kepala Desa dan Pemerintah Desa bisa lebih tegas dengan adanya larangan penggunaan jamban terapung, serta bisa memberikan wawasan kepada masyarakat akan pentingnya kebersihan sungai, selain itu hendaknya kepala desa bisa meminta tambahan dana agar dapat membangunkan jamban pribadi serta hendaknya ada pemberian sabun cuci tangan kepada masyarakat pertiap bulan.
Copyrights © 2024