Indonesia dan Inggris merupakan negara yang telah mewajibkan laporan keuangan semua perusahaan menggunakan IFRS. Negara yang berpedoman pada standar IFRS memiliki tujuan agar laporan keuangan dapat dimengerti secara global. Namun, dalam praktik akuntansi di setiap negara memiliki perbedaan sesuai dengan standar kebijakan dan akuntansi yang berlaku tiap negara. Maka dari itu, penulis melakukan perbandingan pencatatan akuntansi antara Indonesia dengan Inggris. Metode yang digunakan ialah metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan dalam praktik akuntansi antara Indonesia dan Inggris, khususnya terkait pengungkapan informasi aset dan komprehensivitas laporan keuangan.
Copyrights © 2024