Muncul dan berkembangnya intelektual Islam di Asia Tenggara berawal dari proses transmisi keislaman, ide-ide keislaman, dan bahkan pengembangan ilmu pengetahuan. Hal-hal semacam inilah yang membangkitkan para Ilmuwan Islam dalam mengembangkan dan menyebarluaskan pengetahuan yang didapatkannya, dan pada akhirnya akan terus berlanjut hingga saat ini. Hubungan yang begitu kuat terhadap keilmuan Islam yang ada di kota Haramain maka akan semakin kuat pengaruhnya terhadap ulama-ulama Nusantara. Dalam hal ini hubungan antara guru dan santri akan begitu berperan aktif serta ada pengaruh yang signifikan. Cara yang dilakukan dalam penyampaian pemikiran atau pandangan seorang guru yaitu dengan tradisi lisan, artinya bertemu langsung pada sang guru dalam konteks pembelajaran. Lambat laun dengan perkembangan zaman maka cara-cara seperti itu akan berubah pula. Hal ini terjadi diakibatkan dengan semakin bertambahnya jumlah masyarakat yang ternyata minat dan bakatnya merasa sangat ingin mempelajari agama Islam atau lebih mengenal agama Islam lebih lanjut. Dengan alasan mempermudah umat dalam mengenal ajarannya maka banyak akan diciptakan teks-teks karya ilmuwan muslim. Sumber-sumber pengetahuan dibangkitkan dari intelektual ulama klasik sendiri, hal ini menjadi dasar yang utama dalam mempermudah penyebaran agama Islam.
Copyrights © 2024