Berbagai ketimpangan dalam bidang ekonomi adalah dampak dari sistem kapitalisme yang hedonistik, karena sistem ini terlalu individualistik dan cenderung menolak kehadiran etika yang berhubungan dengan agama. Melihat kegagalan tersebut muncul karya-karya di bidang etika yang tidak lain merupakan upaya penyelamatan umat manusia dari kemelaratan dan kemiskinan. Untuk itulah etika ekonomi syari'ah harus berangkat dari doktrin maqâşid karena nilai-nilai etis relegius yang berbasis pada maqâşid bersifat ilahi dan insani yang kebenaran dan universalitasnya tidak dapat diragukan. Ontologi dari nilai- nilai tersebut kemudian dikonsepsikan untuk menjamin berbagai kebutuhan dasar umat manusia. Semua prilaku ekonomi harus mengacu kepada kebutuhan dasar ini sebelum pada akhirnya untuk memenuhi kebutuhan yang bersifat komplementer dan kebutuhan yang bersifat asesoris.
Copyrights © 2011