Kelam Permai adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Sintang yang jumlah petani karetnya meningkat sebesar 39% dalam kurun waktu 2015 – 2020. Permasalahan umum yang dihadapi oleh petani karet di Kecamatan Kelam Permai adalah produktivitas karet kering yang rendah (0,7 ton/ha), terjadi karena petani belum memahami pentingnya penerapan good agriculture practice dalam menjalankan usaha taninya, sehingga mereka tidak mampu mengidentifikasi dan menginventarisasi permasalahan yang dihadapi. Berdasarkan hal tersebut, perlu memberikan penyuluhan tentang teknik budidaya karet yang baik dan benar, dilanjutkan dengan pembelajaran bersama petani dalam mengidentifikasi dan menginventarisasi permasalahan yang dihadapi. Hasil kegiatan menyimpulkan bahwa setelah mengikuti penyuluhan, petani karet bertambah pengetahuan dan pemahaman tentang pentingnya penerapan good agriculture practice dalam usaha taninya. Pembelajaran mengidentifikasi permasalahan berhasil dilakukan, dilanjutkan dengan menginventarisasi permasalahan tersebut yaitu: petani belum menjalankan usahataninya sesuai good agriculture practice, tanaman karet terserang gugur daun, harga pupuk mahal, dan harga jual lateks rendah. Disarankan kepada petani karet untuk mulai menerapkan good agriculture practice pada kebun karetnya agar produktivitas lateks meningkat, mentransfer pengetahuan yang diperoleh dari kegiatan PKM pada petani lainnya yang tidak mengikuti kegiatan ini, bergabung dalam kelompok tani agar dapat menjalin komunikasi dengan pemerintah dan instansi terkait dalam upaya mencari solusi terhadap permasalahan yang sedang dihadapi. Kata kunci : karet, produktivitas rendah, penyuluhan.
Copyrights © 2024