Salah satu hak penting yang patut diperjuangkan adalah pendidikan yang layak bagi ABK. Dengan pendidikan, seseorang dapat memperoleh ilmu pengetahuan sehingga mampu mengembangkan keterampilan yang dimiliki sehingga bermanfaat bagi diri sendiri maupun lingkungan. Namun sulitnya anak berkebutuhan khusus untuk beradapasi dan berkomunikasi serta mencerna hal-hal yang ada di lingkungan sekolah. Hal tersebut mengharuskan anak berkebutuhan khusus didampingi secara khusus oleh guru pedamping. Tujuan penelitian ada untuk mengetahui gambaran burnout yang dialami oleh guru pendamping di TK Madania Makassar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian fenomoenologi yang akan menganalisis fenomena burnout yang alami oleh guru pendamping dan menggunakan metode wawancara mendalam terhadap dua subjek penelitian. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa burnout yang dialami oleh guru pendamping yaitu seperti merasa lelah ketika bekerja serta takut datang ke sekolah, merasa sendiri menyelesaikan permasalah anak yang sedang di dampingi. Adapun faktor timbulnya permasalahn burnout yaitu kurang mendapatkan dukungan dari orang tua dan guru kelas, gaji yang diberikan oleh orang tua yang tidak sebanding, kondisi emosional anak yang didampingi sering mengalami tantrum.
Copyrights © 2024