Adanya sebuah intraksi umat Islam dengan al-Qur’an kerap kali menimbulkan penerimaan akan al-Qur’an. Penerimaan atau resepsi yang terjadi dalam umat Islam tersebut terwujud dalam bentuk yang beragam, tergantung pada cara berfikir, kognisi sosial, dan konteks yang mengitari kehidupan masyarakat tersebut. Salah satu bentuk penerimaan al-Qur’an yaitu terwujud pada tradisi betukak mesan, yaitu sebuah tradisi yang dilakukan dalam rangka upacara kematian. Tradisi ini masih dilestarikan oleh masyarakat Dusun Ketangga. Mereka meyakini bahwa dalam tradisi tersebut mengandung manfaat, di mana dengan dilakukannya tradisi tersebut maka akan menjadi penolong atau wasilah bagi mayit tersebut. Oleh karenanya penelitian ini mencoba mengurai atau mengungkap motif-motif masyarakat Ketangga menyelenggarakan tradisi tersebut. Dalam memudahkan mengungkap motif tersebut, digunakan pendekatan yang digunakan yaitu menggunakan pendekatan fenomenologi dengan analisa interpretatif. Adapun kesimpulan akhir dari penelitian ini ialah bahwa tradisi betukak mesan lahir dari pemahaman masyarakat akan ayat al-Qur’an maupun hadis. Di mana dalam hal ini resepsi al-Qur’an nampak dari dilakukannya pembacaan ayat-ayat al-Qur’an terhadap batu yang digunakan sebagai nisan tersebut.
Copyrights © 2023