Perusahaan di Indonesia terindikasi melakukan praktik tax avoidance demi meningkatkan keuntungan perusahaan, tetapi tindakan tersebut dapat merugikan negara. Penelitian memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh inventory intensity dan likuiditas terhadap tax avoidance dengan ukuran perusahaan sebagai variabel moderasi pada perusahaan sektor energi yang masuk dalam daftar Bursa Efek Indonesia (BEI) periode tahun 2020-2022. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari website Bursa Efek Indonesia (BEI) dan website Refenitiv Eikon. Analisis regresi linear berganda dan Moderated Regression Analysis (MRA) merupakan metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini, dengan menggunakan aplikasi olah data SPSS 27. Populasi yang digunakan mencakup perusahaan sektor energi yang masuk dalam daftar Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2020-2022. Sampel penelitian meliputi dari 41 perusahaan, menghasilkan total 123 sampel data. Teknik purposive sampling adalah metode pengumpulan data dalam penelitian ini, yang dilakukan berdasarkan beberapa kriteria yang sudah ditentukan oleh penulis. Temuan penelitian ini, menghasilkan bahwasanya variabel yang digunakan pada penelitian yakni inventory intensity dan likuiditas dapat berpengaruh terhadap tax avoidance. Dan ukuran perusahaan mampu memoderasi pengaruh inventory intensity dan likuiditas terhadap tax avoidance.
Copyrights © 2024