Permintaan gas hidrogen semakin hari semakin meningkat. Gas hidrogen diperkirakan akan menjadi sumber energi terbarukan yang signifikan di masa depan. Terdapat berberapa cara untuk memproduksi gas hidrogen, salah satunya dengan mereaksikan antara aluminium dan air. Aluminium memiliki potensi untuk didaur ulang dan diekstraksi dari produk limbah, salah satunya aluminium dari limbah kaleng minuman. Saat ini juga, sekitar 80% dari sampah perkotaan berasal dari limbah kaleng minuman. Oleh karena itu, pemanfaatan limbah kaleng minuman untuk memproduksi gas hidrogen juga merupakan alternatif untuk memanfaatkan limbah yang tidak terpakai dan merupakan upaya untuk menciptakan energi terbarukan yang lebih mendukung kelestarian lingkungan. Namun, karena adanya lapisan oksida yang mencegah interaksi aluminium dan air, maka diperlukan tambahan katalis agar limbah aluminium dan air dapar bereaksi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk meningkatkan produksi gas hidrogen dari pemanfaatan limbah kaleng minuman dengan bantuan katalis NaOH. Penelitian ini dilakukan dengan mereaksikan 4 gr, 5 gr, 6 gr, dan 7 gr serbuk logam aluminium dengan air menggunakan katalis NaOH 4 M dengan variasi suhu 40oC, 50oC dan 60oC. Gas hidrogen yang dihasilkan dianalisa melalui Portable Multi Gas Detector. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah: 7 gr serbuk Al pada suhu 60oC menghasilkan gas hidrogen terbanyak sebesar 57% dengan waktu yang dibutuhkan untuk memproduksi 2 liter gas hidrogen hanya 6 menit, sedangkan 4 gr Al dengan suhu 40oC menghasilkan 21% gas hidrogen dalam 2 liter gas hidrogen yang dihasilkan, dengan waktu reaksi selama 21 menit. Penelitian ini menyimpulkan bahwa semakin banyak serbuk Al yang digunakan dan semakin tinggi suhu akan menghasilkan lebih banyak gas hidrogen dalam waktu yang lebih singkat.
Copyrights © 2024