Pinang adalah salah satu tumbuhan yang melimpah di Tanah Papua. Kulit pinang memiliki kandungan selulosa yang tinggi sehingga berpotensi digunakan sebagai absorben logam Berat seperti logam Cu(II). Kandungan logam berat Cu(II) yang tinggi dalam perairan bersifat toksik bagi makhluk hidup. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah kulit pinang sebagai absorben logam berat Cu(II) untuk mengurangi pencemaran air. Tahap penelitian yaitu preparasi, aktivasi dilakukan dengan asam sitrat serta analisis efisiensi penyerapan logam Cu(II). Aktivasi dilakukan dengan variasi massa 50 mg,150 mg, 200 mg, 250 mg, dan 300 mg diperoleh dengan kondisi optimum pada massa 50 mg dengan persentase penyerapan 81,15% dan variasi pH yang digunakan 3, 5, 7, 9, dan 10 diperoleh pH optimum pada pH 8 dengan persentase penyerapan 56,54%. Oleh kerana itu, limbah kulit pinang berpotensi sebagai absorben logam Cu(II).
Copyrights © 2024