Pertumbuhan populasi dan urbanisasi yang pesat telah menyebabkan peningkatan signifikan dalam jumlah kendaraan, terutama di daerah perkotaan. Kondisi ini memicu berbagai masalah lalu lintas, seperti kemacetan dan polusi udara, yang berdampak negatif pada kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Untuk mengatasi tantangan ini, diperlukan pendekatan rekayasa lalu lintas berbasis teknologi yang cerdas dan efisien. Penelitian ini membandingkan tiga metode utama—Support Vector Machine (SVM) dengan kernel Radial Basis Function (RBF), Decision Tree, dan Random Forest—dalam memprediksi kemungkinan terjadinya kemacetan pada suatu jalan. Menggunakan dataset lalu lintas yang mencakup faktor-faktor seperti volume kendaraan, kecepatan rata-rata, dan kondisi cuaca, setiap metode dilatih dan diuji untuk mengklasifikasikan data lalu lintas menjadi kategori kemacetan atau tidak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Random Forest memiliki performa terbaik, dengan akurasi mencapai 91,06%, precision hingga 83,04%, recall sebesar 91,06%, dan F1-score tertinggi di antara metode yang diuji. Untuk SVM menunjukkan akurasi antara 89,52% hingga 90,04%, dan Decision Tree menunjukkan akurasi antara 87,03% hingga 87,39%. Random Forest menunjukkan keunggulan dalam memprediksi kemacetan lalu lintas dan dapat menjadi solusi andal untuk diterapkan dalam sistem rekayasa lalu lintas berbasis teknologi.
Copyrights © 2024