Penelitian ini dilatarbelakangi adanya perbedaan dalam pementasan lakon wayang oleh dalang pada setiap pementasan, salahsatunya pada Lakon Abimanyu Gugur. Abimanyu Gugur merupakan salah satu judul lakon wayang Jawa yang menceritakan tentang kematian Abimanyu dalam perang Bharatayudha. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan tiga pementasan lakon tersebut yang dibawakan oleh Ki Seno Nugroho pada tahun 2013 dan 2019, serta Ki Hadi Sutikno pada tahun 2021. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menemukan perbedaan dalam setiap pementasan tersebut dan mencari faktor yang menyebabkan perbedaan pada ketiga lakon. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik analisis reduksi data, display data, dan kesimpulan. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah teknik simak catat. Teori yang digunakan adalah sosiologi sastra. Hasil dari penelitian ditemukan beberapa perbedaan dari segi alur, narasi, setting tempat, penokohan, dan pemilihan diksi. Alasan terjadinya perbedaan diantaranya adalah 1) adanya improvisasi, 2) perbedaan latar sosial budaya, 3) human error, dan 4) formalitas.
Copyrights © 2024