Trans Metro Dewata adalah bus angkutan umum antar kabupaten dan kota yang menghubungkan sejumlah trayek di empat wilayah Kabupaten/Kota di Bali, yakni wilayah Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Gianyar, dan Tabanan. Layanan yang diberikan Trans Metro Dewata antara lain lokasi halte terdekat, bus yang sedang beroperasi, waktu tunggu dan layanan lainnya. Keberadaan angkutan umum diharapkan dapat menjadi solusi penyelesaian kemacetan di Bali. Namun keunggulan yang dimiliki Trans Metro Dewata masih belum mampu memikat masyarakat untuk menggunakan transportasi umum tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh aksesibilitas, pendapatan, persepsi harga, dan kenyamanan secara simultan dan parsial terhadap intensitas penggunaan Trans Metro Dewata. Penelitian ini dilakukan pada lima koridor Trans Metro Dewata, jumlah sampel yang digunakan berjumlah 100 sampel dengan metode accindental sampling, dimana instrumen yang digunakan berupa kuesioner. Data yang dikumpulkan tersebut kemudian diolah menggunakan teknik analisis faktor dan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menujukan bahwa aksesibilitas, pendapatan, persepsi harga, dan kenyamanan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap intensitas penggunaan Trans Metro Dewata. Aksesibilitas, pendapatan, dan kenyamanan secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap intensitas penggunaan Trans Metro Dewata. Sedangkan persepsi harga secara parsial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap intensitas penggunaan Trans Metro Dewata.
Copyrights © 2024