Fenomena kotak kosong dalam Pilkada Kota Makassar tahun 2018 menarik perhatian, meski calon tunggal melawan kotak kosong ini bukan petamanya kali terjadi dalam pilkada di Indonesia. Namun, fenomena kotak kosong pada pilkada Kota Makassar cukup fenomenal, karena merupakan kasus unik di mana kotak kosong mengalahkan pasangan calon tunggal. Di mana calon tunggal pada Pilkada Kota Makassar didukung oleh koalisi 10 partai politik. koalisi yang cukup meyakinkan untuk memenangkan pertarungan. Sebelum peneatapan kotak kosong, pilkada kota makassar tahun 2018 juga diwarnai oleh diskualifikasi calon. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kemenangan kotak kosong pada Pilkada tersebut. Teori dalam penelitian ini menggunakan metode powercube Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa faktor seperti kekecewaan masyarakat Kota Makassar terhadap diskualifikasi salah satu calon wali kota. Serta, gagasan masyarakat terhadap sosok calon tunggal menjadi bentuk dan ruang kekuatan dalam kemenangan kotak kosong pada pilkada Kota Makassar tahun 2018
Copyrights © 2024