Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Komunikasi Pemasaran Terpadu (Integrated Marketing Communication atau IMC) terhadap brand awareness di kalangan konsumen milenial. Menggunakan metode studi literatur, penelitian ini mengumpulkan dan menganalisis data dari berbagai sumber terpercaya, termasuk buku, artikel jurnal, laporan penelitian, dan sumber online. Temuan utama menunjukkan bahwa IMC yang menggabungkan media sosial, iklan digital, keterlibatan influencer, dan event langsung memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan brand awareness. Media sosial memungkinkan interaksi langsung dengan konsumen, menciptakan komunitas, dan menyebarkan pesan merek secara viral. Iklan digital yang menarik dan interaktif mampu menarik perhatian konsumen milenial dan memperkuat pengenalan merek. Keterlibatan influencer dengan basis pengikut yang besar dan kredibilitas tinggi dapat meningkatkan kepercayaan dan eksposur merek. Selain itu, pengalaman langsung melalui event dan promosi interaktif memberikan kesan positif dan memperkuat brand recall serta brand loyalty. Integrasi yang efektif antara berbagai saluran komunikasi ini menciptakan sinergi yang kuat dan meningkatkan brand awareness secara signifikan. Penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa tantangan dalam implementasi IMC, seperti koordinasi antar departemen dan konsistensi pesan. Oleh karena itu, disarankan agar perusahaan mengembangkan strategi IMC yang terstruktur dan menggunakan analitik data untuk mengevaluasi kinerja kampanye. Dengan demikian, IMC dapat menjadi strategi yang sangat efektif dalam membangun dan meningkatkan brand awareness di kalangan konsumen milenial.
Copyrights © 2024