Harga pokok produksi yang tepat menyebabkan perusahaan bisa merencanakan dan merubah pendekatan penetapan harga jual produk. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk menganalisis penentuan harga pokok produksi dengan menggunakan metode full costing dan penentuan harga jual produk. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif. Data yang digunakan data kualitatif dan kuantitatif. Metode analisis yang digunakan metode deskriptif yaitu metode yang digunakan untuk menggambarkan atau menganalisis suatu hasil penelitian tetapi tidak digunakan untuk membuat kesimpulan yang lebih luas. Hasil penelitian dan perhitungan, adanya kelemahan dalam perhitungan harga pokok perusahaan. dalam perhitungan harga pokok produksi tempe menurut perusahaan adalah Rp. 911,-/pcs Sedangkan menurut metode full costing adalah Rp. 1.008,-/pcs sehingga menyebabkan perbedaan penentuan harga jual yaitu menurut perusahaan Rp. 1.822,-/pcs sedangkan menurut metode full costing seharusnya dijual dengan harga Rp.2.015,-/pcs. Metode full costing memiliki angka jauh lebih tinggi, karena dalam perhitungan harga pokok produksi pada metode full costing memasukkan semua akun biaya baik yang berjenis variabel maupun tetap. Perusahaan sebaiknya memasukkan akun–akun seperti biaya penyusutan gedung pabrik, biaya penyusutan peralatan masak dalam penentuan harga pokok produksi yang tepat dan penentuan harga jual produk yang kompetitif.
Copyrights © 2024