Penelitian ini telah mengidentifikasi masalah utama yaitu rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa di kelas IPA. Masalahnya berasal dari metode pengajaran yang sebagian besar bersifat satu arah dan tidak melibatkan siswa dalam kegiatan pemecahan masalah. Untuk mengatasi masalah ini, digunakan model Pembelajaran Berbasis Masalah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterampilan berpikir kritis siswa. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Basirih 2 Banjarmasin dengan total siswa sejumlah 22 orang. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam empat pertemuan. Instrumen penelitian berupa lembar observasi digunakan untuk mengukur peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa. Temuan penelitian mengungkapkan peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa sebesar 45% pada pertemuan pertama dan 95% pada pertemuan keempat. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan pembelajaran berbasis masalah dalam IPA efektif keterampilan berpikir kritis siswa.
Copyrights © 2024