Pengalaman ibadah haji jamaah menjadi fokus dari penelitian ini. Penelitian ini mengkaji perbandingan pengalaman haji di era pra-media sosial dan era media sosial dengan menggunakan pendekatan fenomenologi Heidegger. Dengan melibatkan lima jamaah haji dari KBIHU Gemilang Magelang yang telah menunaikan ibadah haji di kedua era, penelitian ini memperoleh data melalui wawancara semi terstruktur. Hasilnya menunjukkan bahwa media sosial telah memberikan dimensi baru dalam pengalaman haji, memungkinkan jamaah untuk berbagi dan menerima informasi serta menjaga hubungan sosial secara lebih luas selama ibadah. Namun, hal ini juga membawa tantangan terhadap keaslian pengalaman spiritual, di mana penggunaan berlebihan gawai dapat mengurangi kedalaman pengalaman spiritual dan mengalihkan perhatian dari inti ibadah haji. Penelitian ini menegaskan perlunya keseimbangan dalam penggunaan media sosial untuk memastikan bahwa teknologi mendukung bukan menggantikan esensi spiritual dari haji.
Copyrights © 2024