ASEAN economic community lebih membuka peluang tenaga kerja asing untuk mengisi berbagai jabatan serta profesi di Indonesia. Kesiapan tenaga kerja sangat diperlukan terutama pada bidang konstruksi karena tenaga kerja ini berkontribusi langsung terhadap pengembangan suatu wilayah. Fenomena yang terjadi, tenaga teknik trampil di Indonesia relatif sedikit, ini akan mempengaruhi sikap mental dan etos kerja dalam menghadapi persaingan di pasar terbuka. Sedikitnya tenaga kerja trampil apakah dikarenakan pelyananan pelaksanaan terjadi gap?, apakah evaluasi program sudah dilakukan di lembaga atau asosiasi profesi?. Berdasarkan fenomena tersebut, penelitian ini akan menghasilkan rekomendasi hasil evaluasi program uji kompetensi tenaga teknik usaha jasa konstruksi ketenagalistrikan, dengan menerapkanĀ model Kirkpatrick. Berdasarkan analisa Confirmatory Factor Analysis bahwa variabel laten/konstrukĀ endogen: reaksi memiliki nilai construct reliability (CR) sebesar 0,893. Nilai construct reliability (CR) dari kelima variabel laten/konstruk eksogen: layanan, peserta, panitia, asesor, dan konsumsi tersebut besar dari cut off value 0,7 maka indikator-indikator memiliki konsistensi internal yang baik. Dapat disimpulkan bahwa kepuasan peserta terhadap pelayanan telah memenuhi standar pelayanan yang diberikan oleh Asosiasi Profesionalis Elektrikal Indonesia Sumatera Barat.
Copyrights © 2024