Masalah gizi kurang di Kabupaten Kupang, terutama pada anak-anak, memerlukan perhatian serius. Dengan prevalensi balita underweight di Kecamatan Kupang Timur sebesar 13,6%, inovasi diperlukan untuk meningkatkan asupan gizi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan kerupuk ikan lele dan daun kelor sebagai solusi peningkatan gizi dan ekonomi lokal. Pelatihan dilakukan di Jemaat Gereja Elim Naibonat, meliputi sosialisasi, pelatihan pembuatan kerupuk, serta pengemasan dan pemasaran digital. Hasilnya, peserta memahami manfaat gizi dan teknik pengolahan ikan lele dan daun kelor, menghasilkan kerupuk kaya protein, vitamin, dan mineral. Selain peningkatan gizi, program ini membuka peluang usaha baru bagi peserta, meningkatkan pendapatan keluarga, dan ketahanan pangan lokal. Pelatihan ini berdampak positif dalam pengetahuan dan keterampilan peserta, serta memotivasi mereka untuk memulai usaha kecil. Disarankan untuk mengadakan pelatihan lanjutan, pendampingan, dan kolaborasi dengan instansi terkait untuk dukungan lebih lanjut.
Copyrights © 2024