Saat terpenting waktu menyusui adalah beberapa hari pertama setelah melahirkan. Kurma mengandung hormon oksitosin yakni dihasilkan oleh neurohipofisa. Hormon oksitosin dialirkan melalui darah menuju payudara kemudian membantu memacu kontraksi pada pembuluh darah vena yang ada disekitar payudara ibu, sehingga memacu kelenjar air susu untuk memproduksi ASI dan Pijat Oksitosin merupakan pemijatan tulang belakang pada costa ke 5-6 sampai ke scapula yang akan mempercepat kerja saraf parasimpatis merangsang hipofise posterior untuk mengeluarkan ASI. Tujuan: Mengetahui Pengaruh Konsumsi Sari Kurma dan Pijat Oksitosin Terhadap Produksi ASI pada Ibu Nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Talang Ubi Kabupaten PALI. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Quasi Experiment dengan Pre tes - Post Test Control Group Desigh dengan teknik Pengambilan sampel nonprobability sampling menggunakan teknik total sampling, 15 orang untuk kelompok kontrol dan 15 orang untuk kelompok Eksperiment. Instrument penelitian yang digunakan adalah Pompa ASI (Breast Pump) dan lembar observasi. Analisis bivariat dalam penelitian ini menggunakan uji Mann Whitney. Hasil: Terdapat Peningkatan Jumlah Produksi ASI Setelah pemberian sari kurma sebanyak 15mlx2 selama 7hari dan pijat oksitosin dengan nilai p-value=0,000<0,05. Kesimpulan : Ada Pengaruh Konsumsi Sari Kurma dan Pijat Oksitosin Terhadap Produksi ASI pada Ibu Nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Talang Ubi Kabupaten PALI.
Copyrights © 2024