Prevalensi balita stunting di Indonesia mencapai 10,2% dengan prevalensi stunting pada anak balita sebesar 30,8%. Angka tersebut menunjukkan kasus yang masih tergolong tinggi dibandingkan batas maksimal kejadian stunting dari WHO yaitu sebesar 20% (Kemenkes RI, 2018). Ibu yang mengalami kekurangan gizi berisiko melahirkan melahirkan bayi yang kekurangan gizi. Janin yang mengalami malnutrisi sejak dalam kandungan berisiko lebih besar untuk lahir stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi ibu saat hamil dengan kejadian Stunting pada balita usia 24-59 bulan di puskesmas Tanjung Aur. Desain penelitian dengan metode survey analitik menggunakan pendekatan case control. Case control adalah penelitian yang dilakukan dengan cara membandingkan antara dua kelompok yaitu kelompok kasus dan kelompok kontrol. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 78 dengan perbandingan kelompok kasus dan kelompok kontrol 1:1 sehingga untuk kelompok kasus dalam penelitian ini sebanyak 39 ibu yang memiliki anak balita stunting. Untuk kelompok kontrol sebanyak 39 ibu yang tidak memiliki anak balita stunting. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian kejadian stunting pada balita sebanyak 34 balita, dan ibu status gizi KEK saat hamil 24 ibu hamil. Hasil uji statistik Chi-sguare (continuity correction) didapat nilai x2 =12,126 dengan p=0,000<0,05 berarti signifikan, terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan stunting pada balita usia 24-59 bulan di wilayah kerja puskesmas Tanjung Aur. Diharapkan pada pihak Puskemas dapat mengaktifkan kelas ibu hamil dan memberikan penyuluhan tentang kebutuhan gizi pada ibu hamil untuk mengurangi resiko stunting pada balita di wilayah kerja puskesmas Tanjung Aur.
Copyrights © 2024