Penggunaan dua bahasa dalam lingkungan belajar dapat menimbulkan tantangan bagi siswa dan guru, termasuk ketidakpercayaan diri dalam menggunakan bahasa asing yang dapat menghambat partisipasi aktif. Beberapa masalah yang muncul meliputi keterbatasan guru yang kompeten dalam kedua bahasa, kurangnya materi pembelajaran berkualitas, serta fasilitas dan teknologi pendukung yang belum memadai. Selain itu, perbedaan kemampuan bahasa siswa menyulitkan penciptaan pembelajaran yang efektif, dan alokasi waktu yang terbatas memperumit penyeimbangan kurikulum dengan penekanan pada kedua bahasa. Meskipun penerapan kebijakan multibahasa di sekolah berpotensi meningkatkan kualitas pembelajaran dan mempersiapkan siswa untuk masa depan, keberhasilannya sangat bergantung pada perencanaan yang matang, dukungan sumber daya yang memadai, dan komitmen dari semua pihak terkait. Guru memainkan peran sentral dalam keberhasilan program ini, sehingga pelatihan berkelanjutan untuk meningkatkan kompetensi bahasa dan pedagogik guru sangat diperlukan. Orang tua juga harus dilibatkan secara aktif dalam mendukung pembelajaran bahasa di rumah, dan kerjasama dengan lembaga terkait penting untuk memperoleh dukungan sumber daya dan keahlian. Evaluasi komprehensif secara berkala perlu dilakukan untuk mengukur dampak program terhadap siswa dan sekolah.
Copyrights © 2024