Kehidupan di kota identik dengan gaya hidup yang serba cepat dan modern, perubahan terjadi begitu cepat mengikuti perkembangan zaman. Sehingga gereja – gereja di kota juga harus mampu mengikuti perubahan itu tanpa harus kehilangan nilai – nilai kebenaran. Dengan demikian hamba Tuhan atau para gembala diperhadapkan dengan berbagai macam tantangan dalam pelayanan. Sebab masyarakat di kota sangat beragam, mulai dari suku, pekerjaan, pendidikan, status sosial dan ekonomi. Perbedaan status ekonomi mulai dari kaum marjinal sampai yang sangat kaya. Pada kenyataannya gereja – gereja juga mengalami kesulitan untuk menjangkau dan melayani jemaat yang berasal dari kaum marginal. Namun Hamba Tuhan diharapkan mampu memenuhi kebutuhan jemaat yang serba komleks. Hamba Tuhan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan jemaat yang sangat kompleks. Hamba Tuhan bukan hanya dituntut untuk dapat memenuhi kebutuhan spiritual jemaatnya, namun juga dituntut untuk dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang lain dari jemaatnya. Gembala dituntut menjadi orang yang serba bisa dalam pelayanan yang diembannya. Hamba Tuhan dituntut untuk dapat menjalankan semua tugas pelayanan penggembalaan dengan maksimal. Apabila hamba Tuhan dianggap gagal dan lalai untuk menjalankan kewajibannya dengan maksimal maka akan menghadapi berbagai macam konsekuensi, bahkan ditinggalkan oleh jemaat. Segala tantangan dalam pelayanan seharusnya tidak membuat hamba Tuhan kecewa dan tawar hati apalagi mengambil keputusan untuk mundur dan meninggalkan pelayanan. Oleh karena itu, hamba Tuhan harus mempersiapkan diri dengan baik dalam menghadapi tantangan penggembalaan yang kompleks.
Copyrights © 2024