Perubahan iklim menjadi isu global mendesak dengan dampak yang signifikan seperti kenaikan permukaan laut dan cuaca ekstrem, mempengaruhi negara-negara termasuk Indonesia. Perubahan ini terutama disebabkan oleh aktivitas manusia yang meningkatkan konsentrasi gas rumah kaca (GRK) di atmosfer. Perlu dana yang tidak sedikit dalam mengatasi perubahan iklim ini dan membutuhkan sumber pembiayaan kreatif selain dari APBN. Penelitian ini bertujuan me-review salah satu potensi sumber pembiayaan infrastruktur hijau yaitu Green Sukuk untuk diaspora. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif scooping review dalam mencari pelluang dan tantangan dalam pembuatan instrumen tersebut. Makalah ini menyajikan bahwa diaspora Green Sukuk ini memiliki potensi untuk menambah pembiayaan dikarenakan kekuatannya untuk menarik dana lewat diaspora berdasarkan peningkatan minat terhadap investasi berkelanjutan dan patriotisme dari diaspora menjadi faktor pendorong utama. Namun, penerbitan sukuk menghadapi tantangan seperti regulasi yang tidak konsisten, keterbatasan infrastruktur pasar, dan kurangnya pemahaman masyarakat. Edukasi dan sosialisasi mengenai sukuk perlu ditingkatkan untuk menarik lebih banyak investor. Upaya global dan kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk mengatasi hambatan ini dan memaksimalkan potensi sukuk dalam mendanai proyek-proyek berkelanjutan.
Copyrights © 2024