Upaya yang dilakukan guru untuk mengatasi rendahnya hasi belajar peserta didik tersebut adalah dengan cara pemilihan model pembelajaran yang tepat sesuai dengan materi yang akan diajarkan. Dalam mengikuti proses pembelajaran Pendidikan Agama Kristen, minat belajar merupakan faktor yang sangat penting yang harus dimiliki oleh mahasiswa. Oleh karena itu, dalam pelaksanaan pengembangan minat belajar, dapat dilakukan dengan pemilihan model pembelajaran yang tepat. Salah satu nya dengan penerapan model pembelajaran discovery learning. Model pembelajaran discovery learning merupakan suatu rangkaian kegiatan proses pembelajaran yang tidak disajikan dalam bentuk final sehingga perlu melibatkan kemampuan intelektual siswa untuk menemukan, menyelidiki, berpikir, bertukar pendapat, mencoba serta mampu memecahkan masalahnya sendiri. Metode penelitian ini berdasarkan penelitian kuantitatif eksperimental yang dilakukan dengan menggunakan angka, proses statistika dan struktur Metode penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Prosedur penelitian mencakup langkah-langkah yaitu perencanaan (planning), implementasi Tindakan (implemnetation of the action), pengamatan (observation) dan refleksi (reflection). Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa program studi Magister Pendidikan Agama Kristen Sekolah Tinggi Teologi Renatus Pematangsiantar. Instrumen pengumpulan data adalah penilaian per siklus. Penilaian per siklus digunakan untuk mengukur variabel yang digunakan dalam penelitian. Dari hasil penelitian, diperoleh hasil terjadi peningkatan persentase kelulusan mahasiswa dengan penerapan metode discovery learning ditandai dengan persentase kelulusan 65% di Siklus I menjadi 80% di Siklus II serta penerapan metode discovery learning efektif dalam membantu peningkatan hasil belajar dari mahasiswa pada materi Misi PL & PB.
Copyrights © 2024