Mahasiswa merupakan populasi yang rentan dalam mengalami perubahan perilaku, dikarenakan mahasiswa memiliki beban akademik dan tingkat stres yang tinggi sehingga menyebabkan kurangnya durasi tidur dan peningkatan rasa lapar. Perubahan kebiasaan makan seperti mengkonsumsi makanan pedas yang mengandung capsaicin dapat menimbulkan rasa ketagihan dan menambah porsi makan. Terjadi ketidakseimbangan antara asupan konsumsi gizi dengan kebutuhan gizi yang dianjurkan, dan masalah gizi yang dapat terjadi adalah obesitas. Obesitas terjadi jika berat badan mencapai >20% dari berat badan normal. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui hubungan durasi tidur dan kebiasaan konsumsi makanan pedas dengan kejadian obesitas pada mahasiswa. Jenis penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan desain cross sectional. Populasi dari penelitian ini adalah mahasiswa aktif di Politeknik Negeri Jember dengan jumlah sampel 96 orang. Berdasarkan uji Chi Square menunjukan terdapat hubungan antara durasi tidur dengan kejadian obesitas pada mahasiswa dengan nilai p = 0,000) dan terdapat hubungan antara kebiasaan konsumsi makanan pedas dengan kejadian obesitas pada mahasiswa dengan nilai p = 0,000. Kesimpulan berdasarkan analisis yang telah dilakukan di dapatkan hasil bahwa terdapat hubungan antara durasi tidur dan kebiasaan konsumsi makanan pedas dengan kejadian obesitas pada mahasiswa Politeknik Negeri Jember.
Copyrights © 2024