Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Efektivitas Edukasi Gizi Berbasis Penyuluhan Menggunakan Media Flipchart Terhadap Pengetahuan Tentang Anemia Pada Ibu Hamil Putri, Dessya; Diarti, Dian Puji; Kartika, Ria Chandra; Ratri, Putri Rahayu; Zora Olivia
HARENA : Jurnal Gizi Vol 4 No 2 (2024): HARENA: Jurnal Gizi (April 2024)
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/harena.v4i2.4603

Abstract

Anemia merupakan suatu kondisi tubuh dengan jumlah sel darah merah atau kadar hemoglobin lebih rendah. Anemia merupakan masalah gizi yang perlu mendapat perhatian. Ibu hamil penderita anemia memiliki risiko melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah, keguguran, lahir sebelum waktunya. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis efektivitas pemberian edukasi gizi berbasis penyuluhan terhadap pengetahuan tentang anemia pada ibu hamil. Jenis metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi perbandingan (Compatavive Study) dengan rancangan penelitian Non Randomized Control Group Pretest Posttest Design yang tergolong dalam rancangan eksperimen semu atau Quasi Experiment Design. Berdasarkan hasil pretest dan postest mengalami pengingkatan pengetahuan secara signifikan. Hasil uji beda pada pretest dan postest tingkat pengetahuan pada metode penyuluhan didapatkan hasil sebesar pvalue=0,000. Dimana p<0,05 menunjukkan bahwa terdapat perbedaan sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Terdapat perbedaan signifikan pengetahuan sesudah perlakuan pada kelompok penyuluhan dengan p value 0,049<0,05. 
Hubungan Durasi Tidur dan Kebiasaan Konsumsi Makanan Pedas Dengan Kejadian Obesitas Pada Mahasiswa Politeknik Negeri Jember Ivia Pramesti, Irine; Putri, Dessya
HARENA : Jurnal Gizi Vol 4 No 3 (2024): HARENA: Jurnal Gizi (Agustus 2024)
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/harena.v4i3.4897

Abstract

Mahasiswa merupakan populasi yang rentan dalam mengalami perubahan perilaku, dikarenakan mahasiswa memiliki beban akademik dan tingkat stres yang tinggi sehingga menyebabkan kurangnya durasi tidur dan peningkatan rasa lapar. Perubahan kebiasaan makan seperti mengkonsumsi makanan pedas yang mengandung capsaicin dapat menimbulkan rasa ketagihan dan menambah porsi makan. Terjadi ketidakseimbangan antara asupan konsumsi gizi dengan kebutuhan gizi yang dianjurkan, dan masalah gizi yang dapat terjadi adalah obesitas. Obesitas terjadi jika berat badan mencapai >20% dari berat badan normal. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui hubungan durasi tidur dan kebiasaan konsumsi makanan pedas dengan kejadian obesitas pada mahasiswa. Jenis penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan desain cross sectional. Populasi dari penelitian ini adalah mahasiswa aktif di Politeknik Negeri Jember dengan jumlah sampel 96 orang. Berdasarkan uji Chi Square menunjukan terdapat hubungan antara durasi tidur dengan kejadian obesitas pada mahasiswa dengan nilai p = 0,000) dan terdapat hubungan antara kebiasaan konsumsi makanan pedas dengan kejadian obesitas pada mahasiswa dengan nilai p = 0,000. Kesimpulan berdasarkan analisis yang telah dilakukan di dapatkan hasil bahwa terdapat hubungan antara durasi tidur dan kebiasaan konsumsi makanan pedas dengan kejadian obesitas pada mahasiswa Politeknik Negeri Jember.
Mapping Adolescents Vulnerable to Early Marriage Using K-Means Clustering: Strategies for Nutrition Prevention Putri, Dessya; Jannah, Miftahul; Puspita, Surya Dewi; Yuanta, Yohan
International Journal of Studies in Social Sciences and Humanities (IJOSSH) Vol. 2 No. 2 (2025): November
Publisher : P3M Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/ijossh.v2i2.6722

Abstract

Early marriage remains a critical public health concern with significant implications for adolescent reproductive health, nutrition, and socio-economic well-being. Adolescents who marry before reaching maturity face higher risks of malnutrition, anemia, and obstetric complications, while their children are more likely to experience low birth weight, stunting, and delayed development. Beyond health effects, early marriage limits educational attainment and employment opportunities, reinforcing intergenerational cycles of poverty. In Jember Regency, early marriage contributes to elevated Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR), emphasizing the need for evidence-based prevention efforts. This study aimed to classify adolescents’ vulnerability to early marriage using the K-Means Clustering algorithm. A total of 30 adolescents aged 15–18 years from Karangpring Village, Sukorambi District, participated. Most respondents were 16 years old (53%), female (87%), and of Javanese ethnicity (90%). Data collected included demographics, as well as knowledge, attitudes, behaviors, and intentions related to early marriage. K-Means analysis generated three clusters: high-risk (30%), defined by limited knowledge, permissive attitudes, supportive behaviors, and strong intentions to marry early; moderate-risk (47%), showing average knowledge, mixed attitudes and behaviors, and situational intentions; and low-risk (23%), marked by better knowledge, rejecting attitudes toward early marriage, education-supportive behaviors, and minimal intentions. These findings show that cluster analysis offers a systematic approach to identifying adolescent vulnerability profiles. Such evidence is essential for guiding targeted, context-specific interventions to reduce early marriage and mitigate its health and social consequences.