Latar Belakang: Jumlah penderita diare di kalangan balita di Puskesmas Siwuluh, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes pada tahun 2023 menunjukkan 887 kasus, menempati peringkat ke-5 dari 38 puskesmas di Kabupaten Brebes. Untuk menurunkan angka morbiditas, penyuluhan dilaksanakan di puskesmas posyandu dan pada setiap pertemuan kader PKK Desa dan UPGK. Metode: Metode penelitian ini merupakan jenis penelitian survei analitik dengan menggunakan pendekatan case control. Populasi penelitian ini adalah 118 responden. Sampel penelitian terdiri dari 59 ibu yang memiliki anak balita yang menderita diare dan 59 ibu yang memiliki anak balita yang tidak menderita diare. Data yang digunakan adalah data sekunder dan data primer. Teknik pengambilan sampel adalah pengambilan sampel acak. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat, sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah koefisien kontinjensi statis dan perhitungan Odds Ratio (OR). Hasil: Hasil analisis statistik menggunakan teknik koefisien kontinjensi statis menunjukkan nilai ρ = 0,003 dan OR = 3,136 dengan 95% CI = 1,463 < ATAU < 3,136. Nilai ρ < 0,05 dapat diartikan secara statistik sebagai arti bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu balita tentang perilaku hidup bersih dengan kejadian diare pada balita. Sehingga tingkat pengetahuan ibu yang buruk tentang perilaku hidup bersih menjadi faktor risiko diare pada balita. Kesimpulan: Tenaga kesehatan diharapkan dapat lebih meningkatkan pelayanan kesehatan, memberikan edukasi tentang perilaku hidup bersih, pencegahan penyakit diare di puskesmas, PKD dan posyandu untuk mengurangi kasus diare pada balita. Tenaga kesehatan diharapkan dapat lebih meningkatkan pelayanan kesehatan, penyuluhan perilaku higienis, pencegahan penyakit diare di puskesmas, PKD dan Posyandu untuk menekan terjadinya kasus diare pada bayi.
Copyrights © 2024