Pemanfaatan ampas tebu (bagasse) sebagai bahan baku material selulosa masih terlalu jarang. Selain pengolahan gula untuk diambil airnya, pemanfaatan tebu hanya sebatas dijadikan bahan bakar industri atau limbah buangan saja. Pada penelitian ini ampas tebu (bagasse) akan dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan komposit. Komposit adalah kombinasi dari dua bahan yang mana salah satu bahan disebut fase penguat (serat, lembaran, dan partikel) tertanam dalam bahan lainnya yang disebut fase matriks. Matriks yang harus digunakan pada komposit harus bersifat compatible dengan seratnya karena formulasi resin yang dipilih akan menentukan siklus polimerisasi (curing). Resin thermosetting adalah suatu polimer yang ketika dipanaskan akan mengeras dan tidak dapat dibentuk kembali. Epoxy merupakan salah satu jenis resin thermosetting yang terbaik. Pembuatan komposit akan ditambahkan pelapisan larutan berupa silane coupling agent (SCA) pada serat bagasse. Vinyltrimethoxysilane digunakan sebagai bahan pengikat antara serat alam dan matriks. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode hand lay up. Metode tersebut adalah metode sederhana dengan proses terbuka dari proses fabrikasi komposit.
Copyrights © 2024