Pengkajian dengan menggunakan kitab ilmu tajwid karya ulama Timur Tengah sebagai bahan ajar pembelajaraan masih sangat menjaga eksistensinya. Namun dalam pengkajiannya, masih banyak yang mengira bahwa semua kitab tajwid yang dijadikan kurikulum pembelajaran di Nusantara itu ditulis berdasarkan qirā’ah ‘Āṣim riwayat Ḥafṣ, sebagaimana yang digunakan di Nusantara. Kesalahpahaman tersebut menyebabkan kesalahan dalam praktik bacaan dan menyebabkan pencampuradukan riwayat dalam bacaan al-Qur’an. Di antaranya ialah kesalahpahaman dalam memahami isi yang terdapat dalam kitab ilmu tajwid, yaitu kitab Mursyid al-Wildān dan Fatḥ al-Aqfāl. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan fokus penelitian menggunakan ilmu qirā’ah imam al-Syāṭibi (w. 590 H). Metode analisis yang digunakan yaitu deskriptif analisis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kaidah-kaidah uṣūliyyah dalam kitab Mursyid al-Wildān dan Fatḥ al-Aqfāl, memiliki pembahasan kaidah yang sama, namun terdapat tambahan pada kitab Mursyid al-Wildān terkait pembahasan ḥurūf al-tafkhīm dan qalqalah. Adapun hasil analisis berdasarkan ṭarīq al-syāṭibiyyah, memiliki kesamaan kaidah dalam pembahasan al-madd al-muttaṣil dan al-madd al-munfaṣil. Sedangkan ikhtilāf yang terdapat dalam bab al-idgām al-mutamāṡilain, al-mutajānisain, al-mutaqāribain, dan al-madd al-badal hanya ditemukan dalam kitab Fatḥ al-Aqfāl.
Copyrights © 2024