COVID-19 adalah issue kesehatan global yang terjadi dihampir semua Negara di dunia, termasuk di Indonesia. Kasus pertama COVID-19 di Indonesia terjadi pada awal Maret 2020 di Jakarta dan sejak saat itu Negara memberlakukan berbagai kebijakan untuk menyelamatkan warganya, diantaranya pembatasan pergerakan baik orang maupun barang. Berbagai pembatasan yang berlangsung menyebabkan penurunan kegiatan masyarakat dan juga kegiatan produksi dan distribusi bagi pelaku usaha, yang berpotensi menyebabkan kerugian dan tekanan keuangan (financial distress). Dari laporan penelitian dan catatan yang terkumpul baik dari buku, pemberitaan media maupun pre survey, ditemukan cukup banyak perusahaan yang terdampak pandemi COVID-19 berupa pembukuan minus pada perusahaannya pada tahun buku 2020. Beberapa rasio keuangan yang dapat digunakan untuk memprediksi terjadinya financial distress adalah provitabillitas, solvabilitas, liquiditas dan ukuran perusahaan. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dan bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh provitabilitas, solvabilitas, liquiditas dan ukuran perusahaan terhadap financial distress, dengan hipotesis awal diduga provitabilitas (X1), solvabilitas(X2), liquiditas (X3), dan ukuran perusahaan (X4) berpengaruh terhadap financial distress pada emiten sebelum dan selama terdampak COVID-19 di Indonesia (Y), dan mengaitkannya dengan agency theory . Metode sampling yang digunakan adalah purposive sampling dan didapat 185 Emiten yang diteliti. Metode penelitian yang digunakan yaitu multiple linear regression, sedangkan teknik analisa data dilakukan menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Data penelitian yang diperoleh pada penelitian ini dianalisis lebih lanjut dengan menggunakan aplikasi IBM SPSS dan ditemukan formula regresi terbentuk yaitu : Y (FD) = 6,340 - 0,274 X1 (ROE) + 0,222 X2 (DER) - 0,506 X3 (CR) – 0,363 X4 (UP). Dengan kesimpulan profitabilitas, solvabilitas, likuiditas dan ukuran perusahaan berpengaruh berpengaruh signifikan terhadap financial distress pada emiten sebelum dan selama terdampak COVID-19 di Indonesia.
Copyrights © 2023