Buah pala merupakan tanaman asli Indonesia yang berasal dari kepulauan Banda dan Maluku yang kemudian menyebar dan berkembang ke pulau-pulau seperti Aceh, Sulawesi Utara dan Papua. Di Indonesia saat ini dikenal beberapa jenis pala, salah satunya Myristica fragrans Houtt yang berasal dari kepulauan Banda. Pala jenis ini merupakan salah satu pala yang terbaik di Indonesia, baik dari segi kualitas maupun produktifitasnya, Pemakaian obat tradisional dalam konteks umumnya dipandang keamanannya lebih baik dari pada pemakaian obat modern. Hal ini diakibatkan dikarenakan obat tradisional mempunyai efek samping yang lebih sedikit relativitasnya dibandingkan obat modern. Biji buah pala memiliki kandungan saponin, minyak atsiri, flavonoid, terpenoid, yang potensinya besar menjadi antibakteri. Penggunaan daun pala di masyarakat pada perkampungan umumnya dipakai menjadi obat guna menangani bau mulut, gigi yang sakit dan juga infeksi kulit ataupun obat bisul yang dipercai bisa meredakan ataupun menyembuhkan nyeri yang diakibatkan terinfeksi bakteri. Penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi daya hambat antibakteri buah pala Myristica fragrans terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Jenis penelitian ini menggunakan Literatur review yang bersifat deskriptif. Berdasarkan dari penelitian yang sudah di lakukan dapat di simpulkan bahwa buah pala dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus pada kosentrasi 75% dengan zona hambat 38,9 mm dan buah pala memiliki kandungan kimia alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, fenol dan terpenoid
Copyrights © 2024