Malaria merupakan penyakit yang disebabkan oleh parasit dari genus Plasmodium yang menyerang eritrosit dengan ditemukannya bentuk aseksual dalam darah. Jenis Plasmodium falcifarum merupakan infeksi malaria tertinggi dan dengan kasus kematian terbanyak Diagnosis laboratorium malaria dapat dilakukan dengan beberapa cara antara lain pemeriksaan mikroskopik apusan dan Rapid Diagnostic Test (RDT). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan kualitas metode Rapid Diagnostic Test (RDT) dengan pemeriksaan mikroskopik dalam mendeteksi Plasmodium falciparum menggunakan metode literature review. Pencarian literature pada penelitian ini dilakukan pada tiga database yaitu PubMed, Google Cendekia, dan Science Direct. Nilai sensitivitas metode mikroskopik antara 77,2%-100% sedangkan pada metode RDT memiliki rentang nilai sensitivitas dibawah metode mikroskopik yaitu 42,5%-100%. Rentang nilai spesifisitas metode mikroskopik antara 72%-100% dan nilai spesifisitas metode RDT yaitu 87,1%-100%. Perlu dilakukan penelitian lanjutan dalam bentuk deskripsi analitik tentang tentang efektifitas penggunaan metode RDT dalam diagnosis malaria.
Copyrights © 2024