Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi pencegahan COVID-19 pada Disabilitas Netra Badan Sosial Mardi Wuto Rohima, Briliana Nur
Hasil Karya 'Aisyiyah untuk Indonesia Vol. 2 No. 1 (2022): Oktober
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.813 KB) | DOI: 10.31101/hayina.2738

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Disabilitas netra memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terkena COVID-19 karena lebih mengandalkan sensori taktil untuk mengenali lingkungan sekitar. Pada kegiatan pengabdian ini, dilakukan penyuluhan tentang pencegahan COVID-19 pada disabilitas netra. Kegiatan ini diharapkan dapat mengisi celah pengetahuan, meluruskan persepsi salah, dan disinformasi yang berkembang setelah hidup bersama pandemi COVID-19 dalam dua tahun pada disabilitas netra. Komunikasi dengan pengurus Badan Sosial Mardi Wuto (BSMW) dilakukan sebagai persiapan. Kegiatan edukasi dihadiri 28 dari 30 undangan disabilitas netra pada 16 Maret 2022. Pelaksanaan edukasi COVID-19 pada disabilitas netra bimbingan Badan Sosial Mardi Wuto telah meningkatkan pemahaman peserta serta meluruskan disinformasi tentang COVID-19. Penyuluhan dapat meningkatkan tingkat keyakinan peserta untuk ikut vaksinasi COVID-19 sehingga sebanyak 96,4% peserta edukasi bersedia mendapatkan booster (vaksin ke-3) COVID-19. 
PERBANDINGAN DETEKSI PLASMODIUM FALCIPARUM DENGAN METODE RAPID DIAGNOSTIC TEST (RDT) DAN PEMERIKSAAN MIKROSKOPIK : LITERATURE REVIEW Atun, Asmi; Rohima, Briliana Nur
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.34288

Abstract

Malaria merupakan penyakit yang disebabkan oleh parasit dari genus Plasmodium yang menyerang eritrosit dengan ditemukannya bentuk aseksual dalam darah. Jenis Plasmodium falcifarum merupakan infeksi malaria tertinggi dan dengan kasus kematian terbanyak Diagnosis laboratorium malaria dapat dilakukan dengan beberapa cara antara lain pemeriksaan mikroskopik apusan dan Rapid Diagnostic Test (RDT). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan kualitas metode Rapid Diagnostic Test (RDT) dengan pemeriksaan mikroskopik dalam mendeteksi Plasmodium falciparum menggunakan metode literature review. Pencarian literature pada penelitian ini dilakukan pada tiga database yaitu PubMed, Google Cendekia, dan Science Direct. Nilai sensitivitas metode mikroskopik antara 77,2%-100% sedangkan pada metode RDT memiliki rentang nilai sensitivitas dibawah metode mikroskopik yaitu 42,5%-100%. Rentang nilai spesifisitas metode mikroskopik antara 72%-100% dan nilai spesifisitas metode RDT yaitu 87,1%-100%. Perlu dilakukan penelitian lanjutan dalam bentuk deskripsi analitik tentang tentang efektifitas penggunaan metode RDT dalam diagnosis malaria.