Masa emas perkembangan anak usia dini merupakan periode krusial bagi pertumbuhan kognitif, emosional, dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana pembelajaran berdiferensiasi dapat diterapkan untuk membangun dasar literasi, matematika, sains, teknologi, rekayasa, dan seni (STEAM) di RA Muslimat, Bekasi. Metode deskriptif kualitatif digunakan dengan 20 siswa usia 5-6 tahun sebagai subjek penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi efektif dalam mendukung pengembangan berbagai keterampilan dasar. Hasil utama menunjukkan bahwa siswa menunjukkan minat dan partisipasi yang kuat dalam kegiatan pramembaca, pramenulis, numerasi, pemecahan masalah, dan kreatif. Meskipun beberapa siswa menunjukkan kecepatan belajar yang berbeda, pendekatan diferensiasi memungkinkan pengajaran yang fleksibel sesuai dengan kebutuhan belajar individu. Penelitian ini menyoroti pentingnya mengintegrasikan strategi pembelajaran berdiferensiasi dalam pendidikan anak usia dini untuk mengakomodasi gaya belajar yang beragam dan mengembangkan keterampilan abad ke-21 seperti berpikir kritis, kreativitas, dan kolaborasi. Penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa tantangan, termasuk pemahaman guru yang terbatas tentang diferensiasi dan kurangnya sumber daya. Pengembangan profesional berkelanjutan dan dukungan institusional direkomendasikan untuk mengatasi tantangan ini dan meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini.
Copyrights © 2024