Perkembangan teknologi ini turut menyebabkan ketergantungan individu pada gawai (gadget) dan internet. Fenomena ini umum terjadi pada generasi muda, termasuk di dalamnya peserta didik pada jenjang SMA. Sikap ilmiah juga erat kaitannya dengan pendidikan karakter. Sesuai dengan semangat pendidikan karakter saat ini, bentuk penerapannya dalam pembelajaran sainsĀ adalah dengan penanaman sikap ilmiah. Berdasarkan penelitian pendahuluan yang peneliti lakukan terhadap pembelajaran Biologi yang merupakan salah satu cabang dari IPA, selain fisika dan kimia diperoleh informasi bahwa aspek sikap ilmiah belum terlalu diperhatikan kemunculannya dalam pembelajaran di sekolah, hal ini tampak pada instrumen penilaian sikap yang belum spesifik menilai sikap ilmiah. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Dalam penelitian kuantitatif masalah yang akan dipecahkan melalui penelitian harus jelas, spesifik dan dianggap tidak berubah, tetapi dalam penelitian kualitatif masalah yang dibawa oleh peneliti masih remang-remang, bahkan gelap kompleks dan dinamis. Sikap ilmiah mengandung dua makna yaitu attitude toward science dan attitude of science. Sikap yang pertama mengacu pada sikap terhadap sains sedangkan sikap yang kedua mengacu pada sikap yang melekat setelah mempelajari sains. Kegiatan-kegiatan pembelajaran biologi dapat dilakukan atas inisiatif dan kerja keras guru, bahkan atas ide atau usulan dari siswa maupun anggota masyarakat. Salah satu materi yang dapat digunakan untuk sikap ilmiah adalah tentang kesadaran lingkungan. Melalui pembelajaran langsung di lapangan siswa tidak hanya akan belajar mengenai konsep-konsep biologi semata, tetapi juga sekaligus akan mendapatkan wawasan mengenai masalah-masalah lingkungan yang nyata atau kontekstual.
Copyrights © 2024