Dengan bertambahnya jumlah angkatan kerja, persaingan kerja menjadi semakin ketat sehingga menyebabkan perusahaan harus lebih selektif dalam proses rekrutmen dan mencari tenaga kerja yang berkualitas melalui metode seleksi yang berbeda-beda. Salah satu kriteria seleksi yang paling umum digunakan oleh banyak perusahaan terkemuka adalah Myers-Briggs Personality Index (MBTI). Namun ada pertanyaan apakah penggunaan MBTI sebagai kriteria perekrutan masih berguna. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah tes MBTI masih efektif dalam merekrut pegawai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka terhadap 7 jurnal, 4 jurnal nasional dan 3 jurnal internasional. Data diperoleh dengan menggunakan database jurnal seperti Google Scholar, Scopus dan Web of Science. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MBTI dikaitkan dengan variabel lain yang diteliti, dengan ukuran sampel berkisar dari lemah hingga kuat. Beberapa menunjukkan hanya signifikan pada dikotomis MBTI tertentu. Hasilnya menunjukkan bahwa 5 literatur menyatakan Test MBTI efektif digunakan sebagai tolak ukur penerimaan karyawan, namun 2 artikel menyebutkan bahwa Tes MBTI minim terbukti reabilitas juga validitasnya, akan tetapi memiliki manfaat untuk proses rekrutmen.
Copyrights © 2024