Pada penelitiaan menghasilkan penilaian terhadap kinerja kontraktor dari berbagai dimensi pengembangan metode evaluasi. Berdasarkan pada 6 dimensi pengembangan metode evaluasi berbasis TQM yang terdiri dari Kebijakan dan Strategi, Komitmen, Manajemen Proses, Manajemen SDM, Manajemen Sumber Daya dan Quality Awareness diperoleh nilai tingkat kinerja sebesar 75,83 menunjukan bahwa kinerja kontraktor berada pada kategori “Kinerja Baik”. Indikator yang memperoleh skor rata-rata kinerja tertinggi berdasarkan pendapat dari 50 responden diantaranya adalah tepat waktu dalam pembayaran termin, pelaksanaan standar pemerintah dalam pekerjaan, membuat perencanaan untuk setiap pekerjaan, perhitungan resiko dan problem solving, serta penggunaan peralatan dan teknologi modern. Berdasarkan matrik IPA terdapat beberapa indikator yang terletak pada kuadran I yang merupakan prioritas utama yang dinilai kinerjanya masih rendah sehingga perlu dilakukan perbaikan, yakni spesifikasi pengguna jasa yang berkaitan dengan fungsi keberadaan gedung yang digunakan harus sesuai dengan rencana dan kebutuhan pengguna jasa, perencanaan waktu proyek yang efektif dan efisien yang berkaitan dengan pelaksanaan evaluasi dan monitoring pemeliharaan serta perawatan yang secara berkala harus dilakukan secara konsisten, disiplin serta tanggung jawab yang berkaitan dengan pembentukan tim dan penunjukan koordinator pada setiap pekerjaan pemeliharaan gedung secara terarah.
Copyrights © 2024